Sebuah insiden offside langsung memicu perdebatan sengit dalam laga final kompetisi domestik baru-baru ini. Bek andalan Union, Christian Burgess, sejatinya berhasil membawa timnya unggul terlebih dahulu lewat sundulan kepala ke gawang Anderlecht. Namun, intervensi Video Assistant Referee (VAR) merusak pesta perayaan tersebut karena menganggap Kevin Mac Allister berada dalam posisi offside sebelum gol tercipta.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pengamatan dari tribune penonton, pemilik Anderlecht, Marc Coucke, langsung memberikan isyarat tegas bahwa momen tersebut adalah offside. Meski demikian, tidak semua pihak sepakat dengan keputusan wasit Bram Van Driessche yang akhirnya menganulir gol tersebut setelah meninjau monitor di pinggir lapangan.
Menurut komentar awal dari komentator pertandingan, Peter Vandenbempt, situasi tersebut awalnya terlihat sah karena sundulan sang kapten adalah apa yang paling dihindari oleh lini belakang lawan. "Mac Allister memang berdiri pada posisi offside, tetapi apakah dia benar-benar terlibat aktif dalam permainan? Dengan mata telanjang, saya tidak akan menganulir gol itu karena dia tidak mengecoh pemain lawan yang mencoba meraih bola," ujar Peter Vandenbempt.
Dari pantauan redaksi, kepasrahan kubu Anderlecht yang sempat melantunkan doa di bangku cadangan akhirnya membuahkan hasil manis setelah wasit resmi membatalkan gol Union. Peter Vandenbempt pun menambahkan bahwa keputusan ini menjadi berkah luar biasa bagi tim "Paars-wit" yang bisa saja berada dalam masalah besar jika gol tersebut disahkan.
Guna meluruskan kontroversi yang berkembang, kepala komite wasit Jonathan Lardot memberikan penjelasan mendalam saat jeda babak pertama. Menurut analisis Jonathan Lardot, Mac Allister terbukti memberikan dampak fisik kepada pemain lawan, Cvetkovic, sehingga sang bek tidak dapat melompat untuk berduel udara yang kemudian dimanfaatkan dengan baik oleh Christian Burgess.
Dari pengamatan tim redaksi, penjelasan taktis dari otoritas wasit ini menegaskan bahwa gangguan sekecil apa pun dari pemain yang berada di posisi offside tetap dianggap sebagai pelanggaran aktif. Keputusan krusial ini sukses mengubah jalannya pertandingan dan menyelamatkan muka Anderlecht dari ketertinggalan awal.