Union berhasil memastikan diri sebagai juara Piala Belgia setelah melewati drama pertandingan yang sangat sengit. Keberhasilan ini menjadi trofi kedua bagi penyerang Kamiel Van De Perre dalam dua tahun kariernya bersama klub tersebut. Menurut pengamatan tim redaksi, atmosfer ruang ganti Union meledak kegirangan setelah perjuangan melelahkan selama 120 menit di atas lapangan hijau terbayar tuntas.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →"Perasaan yang luar biasa. Ini adalah pertandingan yang sangat keras dan diperjuangkan dengan sengit. Sebuah partai final piala selalu terasa spesial, tetapi kami bermain dengan sangat baik," ujar Kamiel Van De Perre saat diwawancarai oleh media setelah laga usai.
Berdasarkan jalannya laga, Kamiel Van De Perre sejatinya diplot sebagai pemain pengganti atau finisher dalam skema strategi pelatih. Dari pantauan redaksi, sang pemain masuk saat Union tengah memimpin 1-0, namun situasi mendadak menegangkan ketika tim lawan berhasil menyamakan kedudukan hanya dalam waktu tiga puluh detik setelah dirinya menginjakkan kaki di lapangan.
"Saya sempat berpikir, sial, ini akan menjadi situasi yang sangat menyebalkan. Namun, saya tahu kondisi fisik kami sangat prima. Kami tahu apa yang harus dilakukan dan kami memainkannya dengan sangat matang," tambah sang penyerang mengenai situasi menegangkan sebelum babak perpanjangan waktu dimulai.
Di sisi lain, Rob Schoofs yang masuk menggantikan Van De Perre juga tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya. Gelandang tersebut mengakui bahwa targetnya pindah ke klub juara bertahan ini adalah demi merengkuh trofi profesional. Menurut Schoofs, meski mereka harus menguras keringat hingga babak perpanjangan waktu, fokus tim kini langsung dialihkan untuk laga krusial hari Minggu melawan Club Brugge.
Kesuksesan ini juga menjadi catatan emas bagi pelatih David Hubert yang sukses mempersembahkan trofi pertamanya sebagai juru taktik profesional. Menariknya, Hubert meraih kemenangan ini saat menghadapi mantan timnya, Anderlecht. Sang pelatih menegaskan tidak ada misi balas dendam dan justru mendedikasikan kemenangan ini kepada seluruh staf dan pemain yang telah bekerja keras di balik layar.